Kitab hadits Musnad Ahmad dengan Terjemah Bahasa Indonesia | arina.id

مسند أحمد

Musnad Ahmad

26,363 Hadits

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِذَا لَمْ يَجِدْ الْمُحْرِمُ إِزَارًا فَلْيَلْبَسْ السَّرَاوِيلَ وَإِذَا لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ ( ١٧٥١ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami ['Amru bin Dinar] dari [Jabir bin Zaid] dari [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah; "Jika orang yang sedang ihram tidak mendapati kain (untuk menutup tubuhnya), maka hendaklah mengenakan sirwal (semacam celana). Dan jika tidak mendapati sandal, hendaklah mengenakan khuff."

[ Musnad Ahmad : 1751 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِذَا لَمْ يَجِدْ الْمُحْرِمُ إِزَارًا فَلْيَلْبَسْ السَّرَاوِيلَ وَإِذَا لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami ['Amru bin Dinar] dari [Jabir bin Zaid] dari [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah; "Jika orang yang sedang ihram tidak mendapati kain (untuk menutup tubuhnya), maka hendaklah mengenakan sirwal (semacam celana). Dan jika tidak mendapati sandal, hendaklah mengenakan khuff." [ Musnad Ahmad : 1751 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ صَائِمٌ ( ١٧٥٢ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Miqsam] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbekam pada saat beliau ihram dan puasa.

[ Musnad Ahmad : 1752 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ صَائِمٌ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Miqsam] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbekam pada saat beliau ihram dan puasa. [ Musnad Ahmad : 1752 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلًا كَانَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَقَصَتْهُ نَاقَتُهُ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَمَاتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْهِ وَلَا تَمَسُّوهُ بِطِيبٍ وَلَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا ( ١٧٥٣ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa seorang laki-laki (ikut berihram) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu orang tersebut jatuh terpelanting dari untanya padahal ia dalam keadaan ihram, sehingga akhirnya dia meninggal dunia. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah ia dengan baju yang dipakainya, jangan diberi wangi-wangian, juga jangan ditutup bagian kepalanya. Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah."

[ Musnad Ahmad : 1753 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلًا كَانَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَقَصَتْهُ نَاقَتُهُ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَمَاتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْهِ وَلَا تَمَسُّوهُ بِطِيبٍ وَلَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa seorang laki-laki (ikut berihram) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu orang tersebut jatuh terpelanting dari untanya padahal ia dalam keadaan ihram, sehingga akhirnya dia meninggal dunia. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah ia dengan baju yang dipakainya, jangan diberi wangi-wangian, juga jangan ditutup bagian kepalanya. Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah." [ Musnad Ahmad : 1753 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ عَنْ زِيَادِ بْنِ حُصَيْنٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ جَمْعٍ هَلُمَّ الْقُطْ لِي فَلَقَطْتُ لَهُ حَصَيَاتٍ مِنْ حَصَى الْخَذْفِ فَلَمَّا وَضَعَهُنَّ فِي يَدِهِ قَالَ نَعَمْ بِأَمْثَالِ هَؤُلَاءِ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ ( ١٧٥٤ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami ['Auf] dari [Ziyad bin Hushain] dari [Abu Al 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku pada pagi Hari ketika di Muzdalifah; "Tolong ambilkan beberapa kerikil untukku!" Maka saya pun mencarikan untuk beliau beberapa kerikil yang berukuran sedang untuk dilempar. Saat meletakkan kerikil-kerikil di tangan beliau, beliau bersabda: "Ya, seperti batu-batu ini. Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah dien, sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena sikap berlebih-lebihan mereka dalam masalah dien."

[ Musnad Ahmad : 1754 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ عَنْ زِيَادِ بْنِ حُصَيْنٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ جَمْعٍ هَلُمَّ الْقُطْ لِي فَلَقَطْتُ لَهُ حَصَيَاتٍ مِنْ حَصَى الْخَذْفِ فَلَمَّا وَضَعَهُنَّ فِي يَدِهِ قَالَ نَعَمْ بِأَمْثَالِ هَؤُلَاءِ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami ['Auf] dari [Ziyad bin Hushain] dari [Abu Al 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku pada pagi Hari ketika di Muzdalifah; "Tolong ambilkan beberapa kerikil untukku!" Maka saya pun mencarikan untuk beliau beberapa kerikil yang berukuran sedang untuk dilempar. Saat meletakkan kerikil-kerikil di tangan beliau, beliau bersabda: "Ya, seperti batu-batu ini. Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah dien, sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena sikap berlebih-lebihan mereka dalam masalah dien." [ Musnad Ahmad : 1754 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَافَرَ مِنْ الْمَدِينَةِ لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ ( ١٧٥٥ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Manshur] dari [Ibnu Sirrin] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan perjalanan dari Madinah yang beliau tidak takut kecuali kepada Allah 'azza wajalla. Dan beliau shalat dua raka'at-dua raka'at hingga beliau kembali (ke Madinah).

[ Musnad Ahmad : 1755 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَافَرَ مِنْ الْمَدِينَةِ لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Manshur] dari [Ibnu Sirrin] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan perjalanan dari Madinah yang beliau tidak takut kecuali kepada Allah 'azza wajalla. Dan beliau shalat dua raka'at-dua raka'at hingga beliau kembali (ke Madinah). [ Musnad Ahmad : 1755 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَلَمَّا سَمِعَ ذَلِكَ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَسَبُّوا مَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ قَالَ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ } أَيْ بِقِرَاءَتِكَ فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ فَيَسُبُّوا الْقُرْآنَ { وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } عَنْ أَصْحَابِكَ فَلَا تُسْمِعُهُمْ الْقُرْآنَ حَتَّى يَأْخُذُوهُ عَنْكَ { وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا } ( ١٧٥٦ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] berkata; Ayat berikut turun saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Makkah: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya.) Ibnu Abbas berkata; "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengimami shalat para sahabatnya, beliau mengeraskannya saat membaca al Qur`an. Tatkala orang-orang musyrik mendengarkan hal itu, mereka mencela al Qur`an, mencela yang menurunkannya dan yang membawakannya. Maka Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada NabiNya: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu) maksudnya adalah dalam bacaanmu sehingga orang-orang musyrik mendengarnya dan mereka mencela al Qu`ran dan: (Dan janganlah pula merendahkannya.) dari para sahabatmu sehingga mereka tidak dapat mendengarkan dan mengambil al Qu`ran darimu dan: (Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu).

[ Musnad Ahmad : 1756 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَلَمَّا سَمِعَ ذَلِكَ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَسَبُّوا مَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ قَالَ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ } أَيْ بِقِرَاءَتِكَ فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ فَيَسُبُّوا الْقُرْآنَ { وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } عَنْ أَصْحَابِكَ فَلَا تُسْمِعُهُمْ الْقُرْآنَ حَتَّى يَأْخُذُوهُ عَنْكَ { وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا } Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] berkata; Ayat berikut turun saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Makkah: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya.) Ibnu Abbas berkata; "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengimami shalat para sahabatnya, beliau mengeraskannya saat membaca al Qur`an. Tatkala orang-orang musyrik mendengarkan hal itu, mereka mencela al Qur`an, mencela yang menurunkannya dan yang membawakannya. Maka Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada NabiNya: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu) maksudnya adalah dalam bacaanmu sehingga orang-orang musyrik mendengarnya dan mereka mencela al Qu`ran dan: (Dan janganlah pula merendahkannya.) dari para sahabatmu sehingga mereka tidak dapat mendengarkan dan mengambil al Qu`ran darimu dan: (Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu). [ Musnad Ahmad : 1756 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنِ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِوَادِي الْأَزْرَقِ فَقَالَ أَيُّ وَادٍ هَذَا قَالُوا هَذَا وَادِي الْأَزْرَقِ فَقَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ هَابِطٌ مِنْ الثَّنِيَّةِ وَلَهُ جُؤَارٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِالتَّلْبِيَةِ حَتَّى أَتَى عَلَى ثَنِيَّةِ هَرْشَاءَ فَقَالَ أَيُّ ثَنِيَّةٍ هَذِهِ قَالُوا ثَنِيَّةُ هَرْشَاءَ قَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى يُونُسَ بْنِ مَتَّى عَلَى نَاقَةٍ حَمْرَاءَ جَعْدَةٍ عَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ خِطَامُ نَاقَتِهِ خُلْبَةٌ قَالَ هُشَيْمٌ يَعْنِي لِيفٌ وَهُوَ يُلَبِّي ( ١٧٥٧ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Daud bin Abu Hind] dari [Abu Al 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati lembah al Azraq, lalu beliau bertanya: "Lembah apakah ini?" Para sahabat menjawab; "Ini adalah lembah al Arzaq." Beliau berkata; "Aku seakan-akan melihat Musa 'Alaihis Salam turun dari atas bukit dan ia mengeraskan suaranya dengan bertalbiyah kepada Allah 'azza wajalla, hingga ia tiba di bukit Harsya". Lalu beliau bertanya: "Bukit apakah ini?" Para sahabat menjawab: "Ini adalah bukit Harsya'." Beliau berkata; "Aku seakan-akan melihat Yunus bin Matta berada di atas seekor unta merah, rambutnya keriting, mengenakan pakaian dari bulu, dan tali kekang untanya indah." Husyaim berkata; " (tali kekangnya terbuat dari) sabut. Dia dalam keadaan bertalbiyah."

[ Musnad Ahmad : 1757 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنِ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِوَادِي الْأَزْرَقِ فَقَالَ أَيُّ وَادٍ هَذَا قَالُوا هَذَا وَادِي الْأَزْرَقِ فَقَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ هَابِطٌ مِنْ الثَّنِيَّةِ وَلَهُ جُؤَارٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِالتَّلْبِيَةِ حَتَّى أَتَى عَلَى ثَنِيَّةِ هَرْشَاءَ فَقَالَ أَيُّ ثَنِيَّةٍ هَذِهِ قَالُوا ثَنِيَّةُ هَرْشَاءَ قَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى يُونُسَ بْنِ مَتَّى عَلَى نَاقَةٍ حَمْرَاءَ جَعْدَةٍ عَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ خِطَامُ نَاقَتِهِ خُلْبَةٌ قَالَ هُشَيْمٌ يَعْنِي لِيفٌ وَهُوَ يُلَبِّي Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Daud bin Abu Hind] dari [Abu Al 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati lembah al Azraq, lalu beliau bertanya: "Lembah apakah ini?" Para sahabat menjawab; "Ini adalah lembah al Arzaq." Beliau berkata; "Aku seakan-akan melihat Musa 'Alaihis Salam turun dari atas bukit dan ia mengeraskan suaranya dengan bertalbiyah kepada Allah 'azza wajalla, hingga ia tiba di bukit Harsya". Lalu beliau bertanya: "Bukit apakah ini?" Para sahabat menjawab: "Ini adalah bukit Harsya'." Beliau berkata; "Aku seakan-akan melihat Yunus bin Matta berada di atas seekor unta merah, rambutnya keriting, mengenakan pakaian dari bulu, dan tali kekang untanya indah." Husyaim berkata; " (tali kekangnya terbuat dari) sabut. Dia dalam keadaan bertalbiyah." [ Musnad Ahmad : 1757 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَصْحَابُنَا مِنْهُمْ شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَسَّانَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْعَرَ بَدَنَتَهُ مِنْ الْجَانِبِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ سَلَتَ الدَّمَ عَنْهَا وَقَلَّدَهَا نَعْلَيْنِ ( ١٧٥٨ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami beberapa sahabat kami, di antaranya adalah [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menggores untanya di bagian sebelah kanan sampai berdarah, kemudian membersihkan darahnya dan menggantungkan kedua sandal dileher unta tersebut.

[ Musnad Ahmad : 1758 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا أَصْحَابُنَا مِنْهُمْ شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَسَّانَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْعَرَ بَدَنَتَهُ مِنْ الْجَانِبِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ سَلَتَ الدَّمَ عَنْهَا وَقَلَّدَهَا نَعْلَيْنِ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami beberapa sahabat kami, di antaranya adalah [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan] dari [Ibnu Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menggores untanya di bagian sebelah kanan sampai berdarah, kemudian membersihkan darahnya dan menggantungkan kedua sandal dileher unta tersebut. [ Musnad Ahmad : 1758 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ الصَّعْبَ بْنَ جَثَّامَةَ الْأَسْدِيَّ أَهْدَى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِجْلَ حِمَارِ وَحْشٍ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَرَدَّهُ وَقَالَ إِنَّا مُحْرِمُونَ ( ١٧٥٩ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Miqsam] dari [Ibnu Abbas] bahwa Ash Sha'b bin Jatsamah Al Asadi memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berupa sepotong kaki keledai liar saat beliau sedang ihram, tetapi beliau menolak dan mengatakan: "Sesungguhnya kami sedang ihram."

[ Musnad Ahmad : 1759 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ الصَّعْبَ بْنَ جَثَّامَةَ الْأَسْدِيَّ أَهْدَى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِجْلَ حِمَارِ وَحْشٍ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَرَدَّهُ وَقَالَ إِنَّا مُحْرِمُونَ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Miqsam] dari [Ibnu Abbas] bahwa Ash Sha'b bin Jatsamah Al Asadi memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berupa sepotong kaki keledai liar saat beliau sedang ihram, tetapi beliau menolak dan mengatakan: "Sesungguhnya kami sedang ihram." [ Musnad Ahmad : 1759 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا مَنْصُورٌ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَمَّنْ حَلَقَ قَبْلَ أَنْ يَذْبَحَ وَنَحْوِ ذَلِكَ فَجَعَلَ يَقُولُ لَا حَرَجَ لَا حَرَجَ ( ١٧٦٠ )

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Manshur] dari ['Atho`] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang orang yang mencukur kepalanya sebelum ia menyembelih atau semacamnya. Maka beliau menjawab: "Tidak apa-apa, tidak apa-apa."

[ Musnad Ahmad : 1760 ]

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا مَنْصُورٌ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَمَّنْ حَلَقَ قَبْلَ أَنْ يَذْبَحَ وَنَحْوِ ذَلِكَ فَجَعَلَ يَقُولُ لَا حَرَجَ لَا حَرَجَ Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Manshur] dari ['Atho`] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang orang yang mencukur kepalanya sebelum ia menyembelih atau semacamnya. Maka beliau menjawab: "Tidak apa-apa, tidak apa-apa." [ Musnad Ahmad : 1760 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/