Kitab hadits Musnad Ahmad dengan Terjemah Bahasa Indonesia | arina.id

مسند أحمد

Musnad Ahmad

26,363 Hadits

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا عَطَاءٌ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِامْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ سَمَّاهَا ابْنُ عَبَّاسٍ فَنَسِيتُ اسْمَهَا مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّي مَعَنَا الْعَامَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّمَا كَانَ لَنَا نَاضِحَانِ فَرَكِبَ أَبُو فُلَانٍ وَابْنُهُ لِزَوْجِهَا وَابْنِهَا نَاضِحًا وَتَرَكَ نَاضِحًا نَنْضَحُ عَلَيْهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً ( ١٩٢١ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepada kami ['Atha`] berkata; Aku mendengar [Ibnu 'Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya pada seorang wanita Anshar -yang namanya disebutkan oleh Ibnu 'Abbas tapi aku lupa-: "Apa yang menghalangimu pergi berhaji bersama kami pada tahun ini?" Wanita tersebut menjawab; "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami mempunyai dua ekor unta. Salah satunya dinaiki oleh Abu Fulan, anaknya dari istrinya dan anak istrinya, sedang yang satu lagi dibiarkan lepas begitu saja." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Ramadlan telah tiba, maka laksanakanlah umrah. Karena sesungguhnya umrah pada bulan itu (pahalanya) menyamai haji."

[ Musnad Ahmad : 1921 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا عَطَاءٌ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِامْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ سَمَّاهَا ابْنُ عَبَّاسٍ فَنَسِيتُ اسْمَهَا مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّي مَعَنَا الْعَامَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّمَا كَانَ لَنَا نَاضِحَانِ فَرَكِبَ أَبُو فُلَانٍ وَابْنُهُ لِزَوْجِهَا وَابْنِهَا نَاضِحًا وَتَرَكَ نَاضِحًا نَنْضَحُ عَلَيْهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepada kami ['Atha`] berkata; Aku mendengar [Ibnu 'Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya pada seorang wanita Anshar -yang namanya disebutkan oleh Ibnu 'Abbas tapi aku lupa-: "Apa yang menghalangimu pergi berhaji bersama kami pada tahun ini?" Wanita tersebut menjawab; "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami mempunyai dua ekor unta. Salah satunya dinaiki oleh Abu Fulan, anaknya dari istrinya dan anak istrinya, sedang yang satu lagi dibiarkan lepas begitu saja." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Ramadlan telah tiba, maka laksanakanlah umrah. Karena sesungguhnya umrah pada bulan itu (pahalanya) menyamai haji." [ Musnad Ahmad : 1921 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ قَبَّلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مَيِّتٌ ( ١٩٢٢ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] dari [Musa bin Abu Aisyah] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Aisyah] dan [Ibnu 'Abbas], bahwasannya Abu Bakar pernah mencium Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah beliau meninggal dunia.

[ Musnad Ahmad : 1922 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ قَبَّلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مَيِّتٌ Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] dari [Musa bin Abu Aisyah] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dari [Aisyah] dan [Ibnu 'Abbas], bahwasannya Abu Bakar pernah mencium Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah beliau meninggal dunia. [ Musnad Ahmad : 1922 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي مُغِيرَةُ بْنُ النُّعْمَانِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْشَرُ النَّاسُ عُرَاةً حُفَاةً غُرْلًا فَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ ثُمَّ قَرَأَ { كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ } ( ١٩٢٣ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan], berkata; telah menceritakan kepadaku [Mughirah bin An Nu'man] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang kaki dan dada dan tidak disunat, orang pertama yang akan dikenakan pakaian adalah Ibrahim 'Alaihisshalatu wassalam" kemudian beliau membaca: " (sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya.) "

[ Musnad Ahmad : 1923 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي مُغِيرَةُ بْنُ النُّعْمَانِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحْشَرُ النَّاسُ عُرَاةً حُفَاةً غُرْلًا فَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ ثُمَّ قَرَأَ { كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ } Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan], berkata; telah menceritakan kepadaku [Mughirah bin An Nu'man] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang kaki dan dada dan tidak disunat, orang pertama yang akan dikenakan pakaian adalah Ibrahim 'Alaihisshalatu wassalam" kemudian beliau membaca: " (sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya.) " [ Musnad Ahmad : 1923 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَكَمِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ و قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحَرِّمَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَلْيُحَرِّمْ النَّبِيذَ ( ١٩٢٤ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Salamah bin Kuhail] berkata, aku telah mendengar [Abu Al Hakam] berkata, aku bertanya kepada [Ibnu 'Abbas] tentang perasan kurma (yang mengalami fermentasi). Maka ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang minuman keras dari nabidz (perasan anggur) dan labu. Beliau bersabda: "Barangsiapa yang senang mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan RasulNya maka hendaklah mengharamkan Nabidz."

[ Musnad Ahmad : 1924 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَكَمِ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ و قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحَرِّمَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَلْيُحَرِّمْ النَّبِيذَ Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Salamah bin Kuhail] berkata, aku telah mendengar [Abu Al Hakam] berkata, aku bertanya kepada [Ibnu 'Abbas] tentang perasan kurma (yang mengalami fermentasi). Maka ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang minuman keras dari nabidz (perasan anggur) dan labu. Beliau bersabda: "Barangsiapa yang senang mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan RasulNya maka hendaklah mengharamkan Nabidz." [ Musnad Ahmad : 1924 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ فِطْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو الطُّفَيْلِ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ قَوْمَكَ يَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَمَلَ بِالْبَيْتِ وَأَنَّهَا سُنَّةٌ قَالَ صَدَقُوا وَكَذَبُوا قُلْتُ كَيْفَ صَدَقُوا وَكَذَبُوا قَالَ قَدْ رَمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ وَلَيْسَ بِسُنَّةٍ قَدْ رَمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ وَالْمُشْرِكُونَ عَلَى جَبَلِ قُعَيْقِعَانَ فَبَلَغَهُ أَنَّهُمْ يَتَحَدَّثُونَ أَنَّ بِهِمْ هَزْلًا فَأَمَرَ بِهِمْ أَنْ يَرْمُلُوا لِيُرِيَهُمْ أَنَّ بِهِمْ قُوَّةً ( ١٩٢٥ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Fithr] telah menceritakan kepada kami [Abu Thufail] berkata, aku berkata kepada [Ibnu 'Abbas] sesungguhnya kaummu mengira bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan cepat (ketika manasik haji) di Ka'bah dan itu merupakah sunnah." Ibnu Abbas menjawab; "Mereka benar dan mereka juga berdusta." Aku berkata; "Bagaimana bisa mereka benar dan mereka berdusta? Ibnu Abbas menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memang berjalan cepat ketika di Ka'bah namun hal itu tidak merupakah sunnah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan cepat, begitu juga para sahabatnya, Ketika orang-orang Musyrik berada diatas gunung Qu'aiqi'an, dan sampai kepada beliau bahwa mereka tengah memperbincangkan bila mereka (kaum muslimin) lemah, maka beliau menyuruh para sahabat berjalan cepat untuk memperlihatkan kekuatan kepada mereka."

[ Musnad Ahmad : 1925 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ فِطْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو الطُّفَيْلِ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ قَوْمَكَ يَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَمَلَ بِالْبَيْتِ وَأَنَّهَا سُنَّةٌ قَالَ صَدَقُوا وَكَذَبُوا قُلْتُ كَيْفَ صَدَقُوا وَكَذَبُوا قَالَ قَدْ رَمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ وَلَيْسَ بِسُنَّةٍ قَدْ رَمَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ وَالْمُشْرِكُونَ عَلَى جَبَلِ قُعَيْقِعَانَ فَبَلَغَهُ أَنَّهُمْ يَتَحَدَّثُونَ أَنَّ بِهِمْ هَزْلًا فَأَمَرَ بِهِمْ أَنْ يَرْمُلُوا لِيُرِيَهُمْ أَنَّ بِهِمْ قُوَّةً Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Fithr] telah menceritakan kepada kami [Abu Thufail] berkata, aku berkata kepada [Ibnu 'Abbas] sesungguhnya kaummu mengira bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan cepat (ketika manasik haji) di Ka'bah dan itu merupakah sunnah." Ibnu Abbas menjawab; "Mereka benar dan mereka juga berdusta." Aku berkata; "Bagaimana bisa mereka benar dan mereka berdusta? Ibnu Abbas menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memang berjalan cepat ketika di Ka'bah namun hal itu tidak merupakah sunnah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan cepat, begitu juga para sahabatnya, Ketika orang-orang Musyrik berada diatas gunung Qu'aiqi'an, dan sampai kepada beliau bahwa mereka tengah memperbincangkan bila mereka (kaum muslimin) lemah, maka beliau menyuruh para sahabat berjalan cepat untuk memperlihatkan kekuatan kepada mereka." [ Musnad Ahmad : 1925 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَوَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ يُحَدِّثُ بَعْدَمَا كَبِرَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَائِرَاتِ الْقُبُورِ وَالْمُتَّخِذِينَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ ( ١٩٢٦ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Juhadah] dari [Abu Shalih] dari [Ibnu 'Abbas]. dan [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Juhadah] berkata, aku mendengar [Abu Shalih] berbicara setelah ia besar, dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat para wanita peziarah kubur dan mereka yang menjadikan kuburan sebagai masjid serta menyalakan lampu didalamnya."

[ Musnad Ahmad : 1926 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جُحَادَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَوَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ يُحَدِّثُ بَعْدَمَا كَبِرَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَائِرَاتِ الْقُبُورِ وَالْمُتَّخِذِينَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Juhadah] dari [Abu Shalih] dari [Ibnu 'Abbas]. dan [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Juhadah] berkata, aku mendengar [Abu Shalih] berbicara setelah ia besar, dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat para wanita peziarah kubur dan mereka yang menjadikan kuburan sebagai masjid serta menyalakan lampu didalamnya." [ Musnad Ahmad : 1926 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ مُعَتِّبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا حَسَنٍ مَوْلَى أَبِي نَوْفَلٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ اسْتَفْتَى ابْنَ عَبَّاسٍ فِي مَمْلُوكٍ تَحْتَهُ مَمْلُوكَةٌ فَطَلَّقَهَا تَطْلِيقَتَيْنِ ثُمَّ عَتَقَا هَلْ يَصْلُحُ لَهُ أَنْ يَخْطُبَهَا قَالَ نَعَمْ قَضَى بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( ١٩٢٧ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ali bin Al Mubarak] berkata telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abu Katsir] bahwa [Umar bin Mu'annib] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Abu Hasan] budak Abu Naufal, telah mengabarkan, bahwa ia telah meminta fatwa kepada [Ibnu 'Abbas] tentang seorang budak laki-laki yang beristeri budak perempuan, lalu ia mentalaknya dua kali. Kemudian mereka berdua dibebaskan. Apakah masih boleh bagi bekas budak laki-laki itu melamar budak perempuan tersebut? Ia menjawab: "Ya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menghukumi seperti itu."

[ Musnad Ahmad : 1927 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ مُعَتِّبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا حَسَنٍ مَوْلَى أَبِي نَوْفَلٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ اسْتَفْتَى ابْنَ عَبَّاسٍ فِي مَمْلُوكٍ تَحْتَهُ مَمْلُوكَةٌ فَطَلَّقَهَا تَطْلِيقَتَيْنِ ثُمَّ عَتَقَا هَلْ يَصْلُحُ لَهُ أَنْ يَخْطُبَهَا قَالَ نَعَمْ قَضَى بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ali bin Al Mubarak] berkata telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abu Katsir] bahwa [Umar bin Mu'annib] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Abu Hasan] budak Abu Naufal, telah mengabarkan, bahwa ia telah meminta fatwa kepada [Ibnu 'Abbas] tentang seorang budak laki-laki yang beristeri budak perempuan, lalu ia mentalaknya dua kali. Kemudian mereka berdua dibebaskan. Apakah masih boleh bagi bekas budak laki-laki itu melamar budak perempuan tersebut? Ia menjawab: "Ya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menghukumi seperti itu." [ Musnad Ahmad : 1927 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الَّذِي يَأْتِي امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ يَتَصَدَّقُ بِدِينَارٍ أَوْ بِنِصْفِ دِينَارٍ وَلَمْ يَرْفَعْهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَلَا بَهْزٌ ( ١٩٢٨ )

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah]. Dan [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abdul Hamid bin Abdurrahman] dari [Miqsam] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang orang yang mendatangi istrinya saat haidh, maka ia mensedekahkan satu dinar atau setengah dinar. [Abdurrahman] dan [Bahz] tidak memarfu'kannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

[ Musnad Ahmad : 1928 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مِقْسَمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الَّذِي يَأْتِي امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ يَتَصَدَّقُ بِدِينَارٍ أَوْ بِنِصْفِ دِينَارٍ وَلَمْ يَرْفَعْهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَلَا بَهْزٌ Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah]. Dan [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abdul Hamid bin Abdurrahman] dari [Miqsam] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang orang yang mendatangi istrinya saat haidh, maka ia mensedekahkan satu dinar atau setengah dinar. [Abdurrahman] dan [Bahz] tidak memarfu'kannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. [ Musnad Ahmad : 1928 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا وَالَّذِي يَقُولُ لَهُ أَنْصِتْ لَيْسَ لَهُ جُمُعَةٌ ( ١٩٢٩ )

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Mujalid] dari [Sya'bi] dari [Ibnu 'Abbas], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berbicara pada hari jum'at saat khatib sedang khutbah, maka ia seperti seekor keledai yang membawa kitab. Dan orang yang berkata kepadanya "Diamlah", maka ia telah kehilangan (shalat) jum'atnya."

[ Musnad Ahmad : 1929 ]

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا وَالَّذِي يَقُولُ لَهُ أَنْصِتْ لَيْسَ لَهُ جُمُعَةٌ Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Mujalid] dari [Sya'bi] dari [Ibnu 'Abbas], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berbicara pada hari jum'at saat khatib sedang khutbah, maka ia seperti seekor keledai yang membawa kitab. Dan orang yang berkata kepadanya "Diamlah", maka ia telah kehilangan (shalat) jum'atnya." [ Musnad Ahmad : 1929 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنِي ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَوْ أَنَّ النَّاسَ غَضُّوا مِنْ الثُّلُثِ إِلَى الرُّبُعِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الثُّلُثُ كَثِيرٌ ( ١٩٣٠ )

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [ayahnya] dari [Ibnu 'Abbas], ia berkata; "Andai orang-orang mengurangi (jatah wasiat) dari sepertiga menjadi seperempat, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sepertiga itu banyak."

[ Musnad Ahmad : 1930 ]

حَدَّثَنِي ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَوْ أَنَّ النَّاسَ غَضُّوا مِنْ الثُّلُثِ إِلَى الرُّبُعِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الثُّلُثُ كَثِيرٌ Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [ayahnya] dari [Ibnu 'Abbas], ia berkata; "Andai orang-orang mengurangi (jatah wasiat) dari sepertiga menjadi seperempat, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sepertiga itu banyak." [ Musnad Ahmad : 1930 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/