Kitab hadits Musnad Ahmad dengan Terjemah Bahasa Indonesia | arina.id

مسند أحمد

Musnad Ahmad

26,363 Hadits

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ وَرُكُوعِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ ( ٢٣٩٩١ )

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syakhir] dari [Aisyah] berkata; "Dalam sujud dan ruku'nya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Membaca doa: "SUBBUHUN QUDUUS RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH (Yang Maha Suci, Tuhan para malaikat dan Jibril."

[ Musnad Ahmad : 23991 ]

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ وَرُكُوعِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syakhir] dari [Aisyah] berkata; "Dalam sujud dan ruku'nya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Membaca doa: "SUBBUHUN QUDUUS RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH (Yang Maha Suci, Tuhan para malaikat dan Jibril." [ Musnad Ahmad : 23991 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْتَشِرِ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ ( ٢٣٩٩٢ )

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ibrahim bin Muhammad bin Al Muntasyir] menceritakan bahwa dia telah mendengar [ayahnya] bercerita, bahwa dia telah mendengar [AIsyah] berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sebelum shubuh."

[ Musnad Ahmad : 23992 ]

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْتَشِرِ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ibrahim bin Muhammad bin Al Muntasyir] menceritakan bahwa dia telah mendengar [ayahnya] bercerita, bahwa dia telah mendengar [AIsyah] berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sebelum shubuh." [ Musnad Ahmad : 23992 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ : مَالِكٌ عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَيَّ فِي قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا وَالْبُيُوتُ لَيْسَ يَوْمَئِذٍ فِيهَا مَصَابِيحُ ( ٢٣٩٩٣ )

(Imam Ahmad bin Hambal) Berkata; saya telah membacakan kepada [Abdurrahman bin Mahdi], [Malik] dari [Abu An Nadlr, pembantu Umar bin Ubaidillah] dari [Abi Salamah bin Abdurrahman] dari [Aisyah, istri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam] bahwasanya dia berkata; "Saya tidur di depan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Dan kedua kakiku berada di kiblatnya. Apabila beliau sujud beliau memberi isyarat kepadaku, maka aku pun menggeser kedua kakiku. Dan, apabila beliau berdiri saya bentangkan kembali kedua kakiku, dan rumah-rumah saat itu itu tidak ada lampunya."

[ Musnad Ahmad : 23993 ]

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ : مَالِكٌ عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَيَّ فِي قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا وَالْبُيُوتُ لَيْسَ يَوْمَئِذٍ فِيهَا مَصَابِيحُ (Imam Ahmad bin Hambal) Berkata; saya telah membacakan kepada [Abdurrahman bin Mahdi], [Malik] dari [Abu An Nadlr, pembantu Umar bin Ubaidillah] dari [Abi Salamah bin Abdurrahman] dari [Aisyah, istri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam] bahwasanya dia berkata; "Saya tidur di depan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Dan kedua kakiku berada di kiblatnya. Apabila beliau sujud beliau memberi isyarat kepadaku, maka aku pun menggeser kedua kakiku. Dan, apabila beliau berdiri saya bentangkan kembali kedua kakiku, dan rumah-rumah saat itu itu tidak ada lampunya." [ Musnad Ahmad : 23993 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهِ وَهُوَ شَاكٍ فَصَلَّى جَالِسًا وَصَلَّى وَرَاءَهُ قَوْمٌ قِيَامًا فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ اجْلِسُوا فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا ( ٢٣٩٩٤ )

(Imam Ahmad bin Hambal) Berkata; saya telah membacakan kepada [Abdurrahman]; [Malik] dari [Hisyam bin Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah], istri Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bahwasanya dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya dan beliau sedang sakit, lalu beliau shalat sambil duduk sedangkan kaum muslimin pun shalat berdiri di belakangnya, kemudian beliau memberi isyarat kepada mereka supaya mereka duduk. Tatkala beliau selesai, beliau bersabda: "Imam adalah untuk diikuti, apabila ia ruku' maka ruku'lah, apabila ia mengangkat (kepalanya) maka angkatlah, dan apabila imam shalat sambil duduk maka shalatlah kalian sambil duduk."

[ Musnad Ahmad : 23994 ]

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهِ وَهُوَ شَاكٍ فَصَلَّى جَالِسًا وَصَلَّى وَرَاءَهُ قَوْمٌ قِيَامًا فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ اجْلِسُوا فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا (Imam Ahmad bin Hambal) Berkata; saya telah membacakan kepada [Abdurrahman]; [Malik] dari [Hisyam bin Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah], istri Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bahwasanya dia berkata; "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah shalat di rumahnya dan beliau sedang sakit, lalu beliau shalat sambil duduk sedangkan kaum muslimin pun shalat berdiri di belakangnya, kemudian beliau memberi isyarat kepada mereka supaya mereka duduk. Tatkala beliau selesai, beliau bersabda: "Imam adalah untuk diikuti, apabila ia ruku' maka ruku'lah, apabila ia mengangkat (kepalanya) maka angkatlah, dan apabila imam shalat sambil duduk maka shalatlah kalian sambil duduk." [ Musnad Ahmad : 23994 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ شَيْبَانَ عَنْ أَبِي نَوْفَلٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُتَسَامَعُ عِنْدَهُ الشِّعْرُ فَقَالَتْ كَانَ أَبْغَضَ الْحَدِيثِ إِلَيْهِ ( ٢٣٩٩٥ )

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Al Aswad bin Syaiban] dari [Abi Naufal] berkata; saya telah bertanya kepada [Aisyah]; "Apakah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memperdengarkan syair?" (Aisyah) Berkata; "Syair adalah perkataan yang paling beliau benci."

[ Musnad Ahmad : 23995 ]

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ شَيْبَانَ عَنْ أَبِي نَوْفَلٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُتَسَامَعُ عِنْدَهُ الشِّعْرُ فَقَالَتْ كَانَ أَبْغَضَ الْحَدِيثِ إِلَيْهِ Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Al Aswad bin Syaiban] dari [Abi Naufal] berkata; saya telah bertanya kepada [Aisyah]; "Apakah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memperdengarkan syair?" (Aisyah) Berkata; "Syair adalah perkataan yang paling beliau benci." [ Musnad Ahmad : 23995 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

وَقَالَ عَنْ عَائِشَةَ كَانَ يُعْجِبُهُ الْجَوَامِعُ مِنْ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا بَيْنَ ذَلِكَ ( ٢٣٩٩٦ )

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya, dari Aisyah; perawi berkata; dari [Aisyah] bahwa Rasulullah senang dengan doa yang singkat (simpel) tapi bermakna dalam dan luas, dan beliau meninggalkan diantara itu (panjang tapi tidak bemakna atau bertele-tele).

[ Musnad Ahmad : 23996 ]

وَقَالَ عَنْ عَائِشَةَ كَانَ يُعْجِبُهُ الْجَوَامِعُ مِنْ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا بَيْنَ ذَلِكَ Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya, dari Aisyah; perawi berkata; dari [Aisyah] bahwa Rasulullah senang dengan doa yang singkat (simpel) tapi bermakna dalam dan luas, dan beliau meninggalkan diantara itu (panjang tapi tidak bemakna atau bertele-tele). [ Musnad Ahmad : 23996 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

قَالَ وَقَالَتْ عَائِشَةُ إِذَا ذُكِرَ الصَّالِحُونَ فَحَيَّهَلَا بعُمَرَ ( ٢٣٩٩٧ )

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya, dari Aisyah; perawi berkata; dari [Aisyah] berkata: "Jika disebut orang-orang sholeh, berilah sambutan untuk Umar, berilah sambutan untuk Umar."

[ Musnad Ahmad : 23997 ]

قَالَ وَقَالَتْ عَائِشَةُ إِذَا ذُكِرَ الصَّالِحُونَ فَحَيَّهَلَا بعُمَرَ Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya, dari Aisyah; perawi berkata; dari [Aisyah] berkata: "Jika disebut orang-orang sholeh, berilah sambutan untuk Umar, berilah sambutan untuk Umar." [ Musnad Ahmad : 23997 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِهَا فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهِيَ حَائِضٌ ( ٢٣٩٩٨ )

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibunya] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam meletakkan kepalanya dipangkuannya sambil membaca Al Qur'an sedangkan (Aisyah) dalam keadaan haidh."

[ Musnad Ahmad : 23998 ]

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِهَا فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهِيَ حَائِضٌ Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibunya] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam meletakkan kepalanya dipangkuannya sambil membaca Al Qur'an sedangkan (Aisyah) dalam keadaan haidh." [ Musnad Ahmad : 23998 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَخِيهِ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بِرْذَوْنٍ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ طَرَفُهَا بَيْنَ كَتِفَيْهِ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَأَيْتِيهِ ذَاكَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام ( ٢٣٩٩٩ )

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Abdullah bin Umar] dari [saudaranya] dari [Al Qasim] dari [Aisyah] bahwasanya Jibril 'Alaihissalam datang kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dengan menunggangi keledai birdzawan dan memakai surban yang ujungnya sampai ke dua pundaknya, saya bertanya kepada Nabi, beliau bersabda: "Kamu juga melihatnya?, itu Jibril Alaihissalam."

[ Musnad Ahmad : 23999 ]

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَخِيهِ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بِرْذَوْنٍ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ طَرَفُهَا بَيْنَ كَتِفَيْهِ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَأَيْتِيهِ ذَاكَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Abdullah bin Umar] dari [saudaranya] dari [Al Qasim] dari [Aisyah] bahwasanya Jibril 'Alaihissalam datang kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dengan menunggangi keledai birdzawan dan memakai surban yang ujungnya sampai ke dua pundaknya, saya bertanya kepada Nabi, beliau bersabda: "Kamu juga melihatnya?, itu Jibril Alaihissalam." [ Musnad Ahmad : 23999 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ فُلَيْتٍ حَدَّثَتْنِي جَسْرَةُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ صَانِعَةَ طَعَامٍ مِثْلَ صَفِيَّةَ أَهْدَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَاءً فِيهِ طَعَامٌ فَمَا مَلَكْتُ نَفْسِي أَنْ كَسَرْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَفَّارَتُهُ فَقَالَ إِنَاءٌ كَإِنَاءٍ وَطَعَامٌ كَطَعَامٍ ( ٢٤٠٠٠ )

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Fulait] telah menceritakan kepadaku [Jasrah] dari [Aisyah] berkata; "Saya tidak pernah melihat isteri nabi yang pandai membuat kue-kue seperti Shofiyyah, ia memberi hadiah kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sebuah bejana yang berisi makanan, maka saya tidak bisa menguasai diriku hingga saya memecahkannya." Selanjutnya saya bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah, apa kafaratnya (dendanya)?" Rasulullah menjawab: "Bejana diganti dengan bejana yang sama dan makanan diganti dengan makanan yang sama."

[ Musnad Ahmad : 24000 ]

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ فُلَيْتٍ حَدَّثَتْنِي جَسْرَةُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ صَانِعَةَ طَعَامٍ مِثْلَ صَفِيَّةَ أَهْدَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَاءً فِيهِ طَعَامٌ فَمَا مَلَكْتُ نَفْسِي أَنْ كَسَرْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَفَّارَتُهُ فَقَالَ إِنَاءٌ كَإِنَاءٍ وَطَعَامٌ كَطَعَامٍ Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Fulait] telah menceritakan kepadaku [Jasrah] dari [Aisyah] berkata; "Saya tidak pernah melihat isteri nabi yang pandai membuat kue-kue seperti Shofiyyah, ia memberi hadiah kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sebuah bejana yang berisi makanan, maka saya tidak bisa menguasai diriku hingga saya memecahkannya." Selanjutnya saya bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah, apa kafaratnya (dendanya)?" Rasulullah menjawab: "Bejana diganti dengan bejana yang sama dan makanan diganti dengan makanan yang sama." [ Musnad Ahmad : 24000 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/