Kitab hadits Musnad Syafii dengan Terjemah Bahasa Indonesia | arina.id

مسند الشافعي

Musnad Syafii

1,800 Hadits

مسند الشافعي 1471: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي لَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَاتْرُكِي الصَّلَاةَ، فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي» ( ١٤٧١ )

Musnad Syafi'i 1471: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah mengatakan kepada Rasulullah , "Sesungguhnya aku seringkali dalam keadaan tidak suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?" Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya hal itu hanyalah darah penyakit (keputihan) dan bukan darah haid. Karena itu apabila masa haidmu datang, tinggalkanlah shalatmu; dan apabila kebiasaan masa haidmu telah berlalu, maka cucilah darahmu (yakni mandi jinabahlah kamu), kemudian shalatlah."701

[ Musnad Syafii : 1471 ]

مسند الشافعي 1471: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي لَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَاتْرُكِي الصَّلَاةَ، فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي» Musnad Syafi'i 1471: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah mengatakan kepada Rasulullah , "Sesungguhnya aku seringkali dalam keadaan tidak suci, apakah aku harus meninggalkan shalat?" Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya hal itu hanyalah darah penyakit (keputihan) dan bukan darah haid. Karena itu apabila masa haidmu datang, tinggalkanlah shalatmu; dan apabila kebiasaan masa haidmu telah berlalu, maka cucilah darahmu (yakni mandi jinabahlah kamu), kemudian shalatlah."701 [ Musnad Syafii : 1471 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1472: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَمِّهِ عِمْرَانَ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أُمِّهِ حَمْنَةَ بِنْتِ جَحْشٍ قَالَتْ: كُنْتُ أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيرَةً صَدِيدَةً، فَجِئْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْتَفْتِيهِ فَوَجَدْتُهُ فِي بَيْتِ أُخْتِي زَيْنَبَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً، وَإِنَّهُ لَحَيْثُ مَا مِنْهُ بُدٌّ، وَإِنِّي لَأَسْتَحِي مِنْهُ، قَالَ: «فَمَا هُوَ يَا هَنْتَاهُ؟» قَالَتْ: إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيرَةً شَدِيدَةً، فَمَا تَرَى فِيهَا؟ فَقَدْ مَنَعَتْنِي الصَّلَاةَ وَالصَّوْمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي أَنْعَتُ لَكِ الْكُرْسُفَ، فَإِنَّهُ يُذْهِبُ الدَّمَ» . قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَتَلَجَّمِي» . قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاتَّخِذِي ثَوْبًا» . قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، إِنَّمَا أَثُجُّ ثَجًّا، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَآمُرُ بِأَمْرَيْنِ أَيِّهِمَا فَعَلْتِ أَجْزَاكِ مِنَ الْآخَرِ، فَإِنْ قَوِيتِ عَلَيْهِمَا فَأَنْتِ أَعْلَمُ» . قَالَ لَهَا: «إِنَّمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنْ رَكَضَاتِ الشَّيْطَانِ، فَتَحَيَّضِي سِتَّةً أَوْ سَبْعَةَ أَيَّامٍ فِي عِلْمِ اللَّهِ، ثُمَّ اغْتَسِلِي، حَتَّى إِذَا رَأَيْتِ أَنَّكِ قَدْ طَهُرْتِ وَاسْتَيْقَنْتِ فَصَلِّي أَرْبَعًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً وَأَيَّامَهَا، أَوْ ثَلَاثًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً وَأَيَّامَهَا، وَصُومِي فَإِنَّهُ يُجْزِئُكِ، وَكَذَلِكَ افْعَلِي فِي كُلِّ شَهْرٍ كَمَا تَحِيضُ النِّسَاءِ وَكَمَا يَطْهُرْنَ مِيقَاتَ حَيْضِهِنَّ وَطُهْرِهِنَّ» ( ١٤٧٢ )

Musnad Syafi'i 1472: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad menceritakan kepadaku dari Aqil, dari Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah, dari pamannya, yaitu Imran bin Thalhah, dari ibunya —Hamnah binti Jahsy— yang menceritakan: Aku pernah mengalami haid yang sangat berat, maka aku datang kepada Nabi untuk meminta fatwa, dan aku menjumpai beliau ada di rumah saudara perempuanku, Zainab. Aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai suatu keperluan kepadamu, tetapi keperluan itu merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan, hanya aku merasa malu untuk mengutarakannya." Nabi bertanya, "Keperluan apakah hai saudariku?" Hamnah menjawab, "Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami pendarahan yang sangat berat. Bagaimana menurutmu keadaan tersebut, sedangkan engkau telah melarangku untuk shalat dan puasa (bila dalam keadaan demikian)?" Nabi menjawab, "Pakailah pembalut." Hamnah berkata, "Keadaannya lebih parah dari itu." Nabi SAW bersabda, "Maka pakailah kain (untuk menyumbat)" Hamnah berkata, "Keadaannya lebih parah dari itu, sesungguhnya darah haidku mengalir terus-menerus." Nabi bersabda, "Aku akan memerintahkan kepadamu 2 perkara itu, yang mana pun engkau lakukan sudah mencukupi, sekalipun tanpa yang lainnya; dan jika darahmu kuat sekali hingga tidak dapat dibendung oleh keduanya, maka engkau lebih mengetahui cara menyumbatnya" Nabi bersabda pula kepadanya, "Sesungguhnya hal itu merupakan tendangan dari syetan, maka berhaidlah engkau selama 6 atau 7 hari menurut pengetahuan Allah, kemudian mandilah Apabila engkau telah merasa yakin bahwa dirimu telah suci, maka shalatlah selama 24 atau 23 malam berikut siang harinya; dan berpuasalah engkau, sesungguhnya hal itu sudah mencukupimu. Demikian seterusnya dalam setiap bulan, lakukanlah hal yang sama sebagaimana wanita mengalami haid dan bersuci, yakni batasan waktu haid dan waktu sucinya."702

[ Musnad Syafii : 1472 ]

مسند الشافعي 1472: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَمِّهِ عِمْرَانَ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أُمِّهِ حَمْنَةَ بِنْتِ جَحْشٍ قَالَتْ: كُنْتُ أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيرَةً صَدِيدَةً، فَجِئْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْتَفْتِيهِ فَوَجَدْتُهُ فِي بَيْتِ أُخْتِي زَيْنَبَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً، وَإِنَّهُ لَحَيْثُ مَا مِنْهُ بُدٌّ، وَإِنِّي لَأَسْتَحِي مِنْهُ، قَالَ: «فَمَا هُوَ يَا هَنْتَاهُ؟» قَالَتْ: إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيرَةً شَدِيدَةً، فَمَا تَرَى فِيهَا؟ فَقَدْ مَنَعَتْنِي الصَّلَاةَ وَالصَّوْمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي أَنْعَتُ لَكِ الْكُرْسُفَ، فَإِنَّهُ يُذْهِبُ الدَّمَ» . قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَتَلَجَّمِي» . قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاتَّخِذِي ثَوْبًا» . قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ، إِنَّمَا أَثُجُّ ثَجًّا، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَآمُرُ بِأَمْرَيْنِ أَيِّهِمَا فَعَلْتِ أَجْزَاكِ مِنَ الْآخَرِ، فَإِنْ قَوِيتِ عَلَيْهِمَا فَأَنْتِ أَعْلَمُ» . قَالَ لَهَا: «إِنَّمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنْ رَكَضَاتِ الشَّيْطَانِ، فَتَحَيَّضِي سِتَّةً أَوْ سَبْعَةَ أَيَّامٍ فِي عِلْمِ اللَّهِ، ثُمَّ اغْتَسِلِي، حَتَّى إِذَا رَأَيْتِ أَنَّكِ قَدْ طَهُرْتِ وَاسْتَيْقَنْتِ فَصَلِّي أَرْبَعًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً وَأَيَّامَهَا، أَوْ ثَلَاثًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً وَأَيَّامَهَا، وَصُومِي فَإِنَّهُ يُجْزِئُكِ، وَكَذَلِكَ افْعَلِي فِي كُلِّ شَهْرٍ كَمَا تَحِيضُ النِّسَاءِ وَكَمَا يَطْهُرْنَ مِيقَاتَ حَيْضِهِنَّ وَطُهْرِهِنَّ» Musnad Syafi'i 1472: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad menceritakan kepadaku dari Aqil, dari Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah, dari pamannya, yaitu Imran bin Thalhah, dari ibunya —Hamnah binti Jahsy— yang menceritakan: Aku pernah mengalami haid yang sangat berat, maka aku datang kepada Nabi untuk meminta fatwa, dan aku menjumpai beliau ada di rumah saudara perempuanku, Zainab. Aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai suatu keperluan kepadamu, tetapi keperluan itu merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan, hanya aku merasa malu untuk mengutarakannya." Nabi bertanya, "Keperluan apakah hai saudariku?" Hamnah menjawab, "Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami pendarahan yang sangat berat. Bagaimana menurutmu keadaan tersebut, sedangkan engkau telah melarangku untuk shalat dan puasa (bila dalam keadaan demikian)?" Nabi menjawab, "Pakailah pembalut." Hamnah berkata, "Keadaannya lebih parah dari itu." Nabi SAW bersabda, "Maka pakailah kain (untuk menyumbat)" Hamnah berkata, "Keadaannya lebih parah dari itu, sesungguhnya darah haidku mengalir terus-menerus." Nabi bersabda, "Aku akan memerintahkan kepadamu 2 perkara itu, yang mana pun engkau lakukan sudah mencukupi, sekalipun tanpa yang lainnya; dan jika darahmu kuat sekali hingga tidak dapat dibendung oleh keduanya, maka engkau lebih mengetahui cara menyumbatnya" Nabi bersabda pula kepadanya, "Sesungguhnya hal itu merupakan tendangan dari syetan, maka berhaidlah engkau selama 6 atau 7 hari menurut pengetahuan Allah, kemudian mandilah Apabila engkau telah merasa yakin bahwa dirimu telah suci, maka shalatlah selama 24 atau 23 malam berikut siang harinya; dan berpuasalah engkau, sesungguhnya hal itu sudah mencukupimu. Demikian seterusnya dalam setiap bulan, lakukanlah hal yang sama sebagaimana wanita mengalami haid dan bersuci, yakni batasan waktu haid dan waktu sucinya."702 [ Musnad Syafii : 1472 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1473: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تُهَرَاقُ الدَّمَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لِتَنْظُرْ عَدَدَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامَ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ مِنَ الشَّهْرِ قَبْلَ أَنْ يُصِيبُهَا الَّذِي أَصَابَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ قَدْرَ ذَلِكَ مِنَ الشَّهْرِ، فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ وَلْتَسْتَثْفِرْ بِثَوْبٍ ثُمَّ لِتُصَلِّ» ( ١٤٧٣ )

Musnad Syafi'i 1473: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi' maula Ibnu Umar, dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah, istri Nabi : Bahwa di zaman Rasulullah pernah ada seorang wanita yang darahnya terus mengalir, maka Ummu Salamah meminta fatwa dari Rasulullah untuk wanita itu. Lalu beliau bersabda, "Hendaklah ia memperhatikan bilangan hari-hari yang ia biasa haid setiap bulannya sebelum ia mengalami hal tersebut. Kemudian hendaklah ia meninggalkan shalat selama masa tersebut setiap bulannya. Apabila masa itu telah lewat, hendaklah ia mandi dan memakai penyumbat kain, lalu shalat."703

[ Musnad Syafii : 1473 ]

مسند الشافعي 1473: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تُهَرَاقُ الدَّمَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لِتَنْظُرْ عَدَدَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامَ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ مِنَ الشَّهْرِ قَبْلَ أَنْ يُصِيبُهَا الَّذِي أَصَابَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ قَدْرَ ذَلِكَ مِنَ الشَّهْرِ، فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ وَلْتَسْتَثْفِرْ بِثَوْبٍ ثُمَّ لِتُصَلِّ» Musnad Syafi'i 1473: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi' maula Ibnu Umar, dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah, istri Nabi : Bahwa di zaman Rasulullah pernah ada seorang wanita yang darahnya terus mengalir, maka Ummu Salamah meminta fatwa dari Rasulullah untuk wanita itu. Lalu beliau bersabda, "Hendaklah ia memperhatikan bilangan hari-hari yang ia biasa haid setiap bulannya sebelum ia mengalami hal tersebut. Kemudian hendaklah ia meninggalkan shalat selama masa tersebut setiap bulannya. Apabila masa itu telah lewat, hendaklah ia mandi dan memakai penyumbat kain, lalu shalat."703 [ Musnad Syafii : 1473 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1474: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ: أَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ اسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنِينَ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ» . وَأَمَرَهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُصَلِّيَ، فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ لِكُلِّ صَلَاةٍ، وَتَجْلِسُ فِي الْمِرْكَنِ فَيَعْلُو الدَّمَ ( ١٤٧٤ )

Musnad Syafi'i 1474: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Az-Zuhri mengabarkan kepadanya dari Amrah, dari Aisyah : Bahwa Ummu Habibah binti Jasy pernah mengalami istihadhah selama 7 tahun, maka ia bertanya kepada Rasulullah dan beliau menjawab, "Sesungguhnya hal itu hanyalah darah penyakit dan bukan darah haid" Dan, Nabi memerintahkannya agar mandi dan shalat (seperti biasanya). Ummu Habibah mandi setiap akan melakukan shalat, dan ia duduk di tempat pencucian, maka air yang ada padanya penuh dengan darah. 704

[ Musnad Syafii : 1474 ]

مسند الشافعي 1474: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ: أَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ اسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنِينَ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ» . وَأَمَرَهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُصَلِّيَ، فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ لِكُلِّ صَلَاةٍ، وَتَجْلِسُ فِي الْمِرْكَنِ فَيَعْلُو الدَّمَ Musnad Syafi'i 1474: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Az-Zuhri mengabarkan kepadanya dari Amrah, dari Aisyah : Bahwa Ummu Habibah binti Jasy pernah mengalami istihadhah selama 7 tahun, maka ia bertanya kepada Rasulullah dan beliau menjawab, "Sesungguhnya hal itu hanyalah darah penyakit dan bukan darah haid" Dan, Nabi memerintahkannya agar mandi dan shalat (seperti biasanya). Ummu Habibah mandi setiap akan melakukan shalat, dan ia duduk di tempat pencucian, maka air yang ada padanya penuh dengan darah. 704 [ Musnad Syafii : 1474 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1475: أَخْبَرَنِي ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنِ الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: «قَرْءُ الْمَرْأَةِ، أَوْ قَرْءُ حِيَضِ الْمَرْأَةِ ثَلَاثٌ أَوْ أَرْبَعٌ، حَتَّى انْتَهَى إِلَى عَشَرَةَ» قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: قَالَ: ابْنُ عُلَيَّةَ: الْجَلْدُ أَعْرَابِيٌّ لَا يَعْرِفُ الْحَدِيثَ ( ١٤٧٥ )

Musnad Syafi'i 1475: Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami dari Al Jald bin Ayub dari Muawiyah bin Qurrah, dari Anas bin Malik, ia pernah mengatakan: Masa haid yang dialami wanita ialah 3 atau 4 hari sampai dengan batasan maksimal 10 hari. Imam Asy-Syafi'i berkata, "Ibnu Ulayah mengatakan kepadaku bahwa Al Jald adalah seorang Arab badui yang tidak mengenal hadis." 705

[ Musnad Syafii : 1475 ]

مسند الشافعي 1475: أَخْبَرَنِي ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنِ الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: «قَرْءُ الْمَرْأَةِ، أَوْ قَرْءُ حِيَضِ الْمَرْأَةِ ثَلَاثٌ أَوْ أَرْبَعٌ، حَتَّى انْتَهَى إِلَى عَشَرَةَ» قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: قَالَ: ابْنُ عُلَيَّةَ: الْجَلْدُ أَعْرَابِيٌّ لَا يَعْرِفُ الْحَدِيثَ Musnad Syafi'i 1475: Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami dari Al Jald bin Ayub dari Muawiyah bin Qurrah, dari Anas bin Malik, ia pernah mengatakan: Masa haid yang dialami wanita ialah 3 atau 4 hari sampai dengan batasan maksimal 10 hari. Imam Asy-Syafi'i berkata, "Ibnu Ulayah mengatakan kepadaku bahwa Al Jald adalah seorang Arab badui yang tidak mengenal hadis." 705 [ Musnad Syafii : 1475 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1476: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الثَّوْبِ يُصِيبُهُ دَمُ الْحَيْضِ فَقَالَ: «تَحُتُّهُ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ، ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ» ( ١٤٧٦ )

Musnad Syafi'i 1476: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ajian mengabarkan kepadaku dari Abdullah bin Rafi', dari Ummu Salamah, istri Nabi : Bahwa Nabi pernah mengenai kain yang terkena darah haid, maka beliau bersabda “Hendaklah dia kerik, kemudian kucek dengan air, lalu boleh ia pakai untuk shalat"706

[ Musnad Syafii : 1476 ]

مسند الشافعي 1476: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الثَّوْبِ يُصِيبُهُ دَمُ الْحَيْضِ فَقَالَ: «تَحُتُّهُ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ، ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ» Musnad Syafi'i 1476: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ajian mengabarkan kepadaku dari Abdullah bin Rafi', dari Ummu Salamah, istri Nabi : Bahwa Nabi pernah mengenai kain yang terkena darah haid, maka beliau bersabda “Hendaklah dia kerik, kemudian kucek dengan air, lalu boleh ia pakai untuk shalat"706 [ Musnad Syafii : 1476 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1477: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ» ( ١٤٧٧ )

Musnad Syafi'i 1477: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Thalhah bin Abdullah bin Auf, dari Said bin Zaid bin Amr bin Nufail bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka dia syahid."707

[ Musnad Syafii : 1477 ]

مسند الشافعي 1477: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ» Musnad Syafi'i 1477: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Thalhah bin Abdullah bin Auf, dari Said bin Zaid bin Amr bin Nufail bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka dia syahid."707 [ Musnad Syafii : 1477 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1478: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ فِي ابْنِ مُلْجَمٍ بَعْدَمَا ضَرَبَهُ بِهِ: «أَطْعِمُوهُ، وَاسْقُوهُ، وَأَحْسِنُوا أَسَارَهُ، فَإِنْ عِشْتُ فَأَنَا وَلِيُّ دَمِي، أَعْفُو إِنْ شِئْتُ، وَإِنْ شِئْتُ اسْتَقَدْتُ، وَإِنْ مُتُّ فَقَتَلْتُمُوهُ فَلَا تُمَثِّلُوا» ( ١٤٧٨ )

Musnad Syafi'i 1478: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya bahwa Ali berkata sehubungan dengan Ibnu Muljam setelah Ibnu Muljam menikamnya (dari belakang), "Berilah dia makan dan minum, serta perlakukanlah dalam tahanan dengan baik. Jika aku masih hidup, maka akulah wali darahku; jika aku suka, aku akan memaafkan atau akan meng-qishash- nya. Tetapi jika aku meninggal dunia, lalu kalian membunuhnya, janganlah kalian mencincangnya." 708

[ Musnad Syafii : 1478 ]

مسند الشافعي 1478: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ فِي ابْنِ مُلْجَمٍ بَعْدَمَا ضَرَبَهُ بِهِ: «أَطْعِمُوهُ، وَاسْقُوهُ، وَأَحْسِنُوا أَسَارَهُ، فَإِنْ عِشْتُ فَأَنَا وَلِيُّ دَمِي، أَعْفُو إِنْ شِئْتُ، وَإِنْ شِئْتُ اسْتَقَدْتُ، وَإِنْ مُتُّ فَقَتَلْتُمُوهُ فَلَا تُمَثِّلُوا» Musnad Syafi'i 1478: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya bahwa Ali berkata sehubungan dengan Ibnu Muljam setelah Ibnu Muljam menikamnya (dari belakang), "Berilah dia makan dan minum, serta perlakukanlah dalam tahanan dengan baik. Jika aku masih hidup, maka akulah wali darahku; jika aku suka, aku akan memaafkan atau akan meng-qishash- nya. Tetapi jika aku meninggal dunia, lalu kalian membunuhnya, janganlah kalian mencincangnya." 708 [ Musnad Syafii : 1478 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1479: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ عَمِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى الَّذِينَ بَعَثَ إِلَى ابْنِ أَبِي الْحُقَيْقِ عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ ( ١٤٧٩ )

Musnad Syafi'i 1479: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Ka'b bin Malik, dari pamannya: Bahwa Rasulullah melarang orang-orang (pasukan kaum muslim) yang beliau kirim untuk memerangi Ibnu Abu Al Huqaiq membunuh kaum wanita dan anak-anak. 709

[ Musnad Syafii : 1479 ]

مسند الشافعي 1479: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ عَمِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى الَّذِينَ بَعَثَ إِلَى ابْنِ أَبِي الْحُقَيْقِ عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ Musnad Syafi'i 1479: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Ka'b bin Malik, dari pamannya: Bahwa Rasulullah melarang orang-orang (pasukan kaum muslim) yang beliau kirim untuk memerangi Ibnu Abu Al Huqaiq membunuh kaum wanita dan anak-anak. 709 [ Musnad Syafii : 1479 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/

مسند الشافعي 1480: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ اللَّيْثِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ أَهْلِ الدَّارِ مِنَ الْمُشْرِكِينَ يُبَيَّتُونَ فَيُصَابُ مِنْ نِسَائِهِمْ وَأَبْنَائِهِمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُمْ مِنْهُمْ» . وَرُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ فِي الْحَدِيثِ: «هُمْ مِنْ آبَائِهِمْ» ( ١٤٨٠ )

Musnad Syafi'i 1480: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dari Ash-Shab bin Jaisamah Al-Laitsi : Bahwa Nabi pernah ditanya mengenai penduduk suatu kampung dari kalangan kaum musyrik yang diserang di malam hari, hingga kaum wanita mereka dan anak-anaknya ada yang terbunuh. Maka Rasulullah bersabda, " Meeka (kaum wanita dan anak-anak) termasuk dari kaum laki-lakinya." Adakalanya Sufyan mengetengahkan hadis ini dengan kalimat, "Mereka adalah bagian dari ayah-ayahnya."710

[ Musnad Syafii : 1480 ]

مسند الشافعي 1480: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ اللَّيْثِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ أَهْلِ الدَّارِ مِنَ الْمُشْرِكِينَ يُبَيَّتُونَ فَيُصَابُ مِنْ نِسَائِهِمْ وَأَبْنَائِهِمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُمْ مِنْهُمْ» . وَرُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ فِي الْحَدِيثِ: «هُمْ مِنْ آبَائِهِمْ» Musnad Syafi'i 1480: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dari Ash-Shab bin Jaisamah Al-Laitsi : Bahwa Nabi pernah ditanya mengenai penduduk suatu kampung dari kalangan kaum musyrik yang diserang di malam hari, hingga kaum wanita mereka dan anak-anaknya ada yang terbunuh. Maka Rasulullah bersabda, " Meeka (kaum wanita dan anak-anak) termasuk dari kaum laki-lakinya." Adakalanya Sufyan mengetengahkan hadis ini dengan kalimat, "Mereka adalah bagian dari ayah-ayahnya."710 [ Musnad Syafii : 1480 ] Disalin dari Hadits Online Arina | https://hadits.arina.id/